Thursday, September 18, 2008

Janji

Terborgol aku dalam ilusi.


 

Aku adalah napi,

terbelenggu harapan yang telah mati.

Bibirku terjahit perih, sehingga tanyaku berbaur dalam sunyi.

Meninggalkan bayang bening di kelopak mata, ketika kusadari


 

Janji hanyalah untaian kata

yang terapung di permukaan ingatan

lalu tenggelam


 

…dan hilang.


 

[November 2007]

No comments: