Friday, September 12, 2008

Tentang Kemiskinan

Hai2 fingertale lover, di manapun kalian berada… huahahhaha, cuih, narsis abis.


Barusan secara gak sengaja aku nonton Metro TV Hari Ini, yang ngelaporin tentang makanan sampah. Jadi sodara2ku yang berdomisili di Jakarta Barat, ternyata selama 5 taun terakir ini, di daerah tempat tinggal Anda itu, berkeliaranlah para pedagang makanan sampah.


Makanan sampah? Apaan tuh? Well, definisi makanan sampah itu sendiri adalah makanan sisa yang dibuang dari hotel ato restoran, dipungut pemulung untuk dipilah2 yang mana yang masih bisa dijual ke masyarakat (baca: kita). Hell yeah, udah segila itu lah cara orang menghalalkan segalanya biar bisa dapet uang.


Mungkin bagi orang2 kayak kita, yang bisa dengan rutin mengakses internet untuk sekedar ngebaca blog gak penting kayak punyaku gini *huah, kayak ada yang baca aja*, cuman ngeliat rupa daging2 sisa yang dijual super murah ini aja udah gak minat yah, lalu bisa dengan santainya melenggang kangkung ke restoran ternama terdekat, makan porsi lengkap dan bisa nambah juga.


Tapi untuk beberapa orang, mereka mungkin dengan senang hati membeli jenis makanan ini untuk menuntaskan hasrat makan daging, lantaran bosan dengan tahu-tempe.


Dengan status ekonomi yang dimiliki kebanyakan warga Indonesia, para penjual daging sampah ini tau betul bagaimana caranya berbisnis. Dengan modal harga jual murah.


Udah deh, mikirnya aja aku udah speechless gak tau musti ngomentarin apa. Aku pikir, mungkin para penjual ini juga cuma memutar otak, mengesampingkan hati nurani buat bertahan hidup. Aku rasa, mungkin kemiskinan udah segitu hebatnya mengendalikan kita, para manusia.

No comments: